Serap[ah]

Langit mata membinar basah

Bulir bening rupanya pecah

Kaca yang acak kata-kata
Bayang[ku] sendiri acuh


Otak liliput meliput ricuh


Bercak darah sesumbar
Pada luka
Hamba[r]

Menyudut pada serapah

Mengais,

"Aku yang sampah"


2.48 Jan08

Tentang Perahu Dan Siang

~miss worm~

Padanya aku berkesah
Tentang cerita sebuah perahu
Bergoyang tenang di laut berbuih terik
Perahu tanpa kemudi, hanya sepasang dayung rapuh
Terengah menuju dermaga atau pantai tak berpasir

Lalu aku bercerita tentang kisah lain
Tentang siang yang lupa mengecilkan volume panas
Hingga menjadikan laut seasin keringat lelaki
Yang berlari mengejar tiket kapal
Menguapkan alpha pada akhir

Ceritapun sama
Gontai terbawa ombak kecil

Padahal tersimpan catatan kecil
"Menuju rumah berpenghuni"
: Dua kepala dan satu tubuh

Haiku

/
Derit rumah berpintu
Berbingkai kayu rapuh
Kulit tubuhpun kisut

/
Lelah ranting berpagut
Airmatanya embun beku
Boneka kayu rekat retak

/
Senyummu ranum
Pagi datang melambat
Jarak rindu pecah

/
Geladak kapal
Penuh luka luka bisu
Terburai di riak ombak

/
Daun berjari jari
Genggam angin bertubuh sepi
Batangnya disusupi ingin

Dini hari, Januari 2008

HAIKU mu

2.24, YMmu online
Tak ada lagi getar
Jari-jariku sedikit gemetar


Layar mengerjap
Sampaikan tanda
Lupakan luap rasa
:Ungkapmu samar


Otakku lilitan kabel
Tersumbat pesan pending
Syarafku konslet

Dini Hari, Jan 08

Banyak Kepala

Di atas kepalanya
Kepala-kepala tanpa otak berterbangan
Tempurung kotak dengan mata yang cekung
Hidung tajam seperti mata anak panah
Dan bibirnya bulat lebar menelan bumi

Sedangkan di dalam kepalanya sendiri
Kepala-kepala lain bermukim
Kepala tanpa mata, bibir, dan hidung
Kepala yang dulu sibuk
Kini diam gemetar

Tapi sepasang telinga tetap siaga
Brisik.. Bisik.. Brisik.. Bisik..
Beradu mesin-mesin gerutu
Peluru-peluru opini melancarkan do'a

Perang antara kepala tak berotak dan kepala tak berindera
Siapa yang dimenangkan?
Entahlah..

Si Empu sendiri, tlah menganakpinakan lelah
"Perjalanan Pulang Yang Menyakitkan", bisiknya.

15 Januari '08

Selalu ada jalan menuju pulang

Berliatan jejak menuju entah Tersesat di ruang bayang bayang Bersembunyi dari terik Kemudian berlari sambil mencaci Jalanan besar dengan be...