Skip to main content

Serap[ah]

Langit mata membinar basah

Bulir bening rupanya pecah

Kaca yang acak kata-kata
Bayang[ku] sendiri acuh


Otak liliput meliput ricuh


Bercak darah sesumbar
Pada luka
Hamba[r]

Menyudut pada serapah

Mengais,

"Aku yang sampah"


2.48 Jan08

Comments

zen said…
jgn khawatir, sampah masih bisa didaur ulang, itu jg kalo mau. hehehe....

salam kenal

Popular posts from this blog

Tentang Senja

Berkata senja pada pagi
"Aku lelah menjadi sesudahmu"
Dengan tangisnya yang luruh
"Aku ingin menjadi kamu"

Waktu lama memajangmu
Apalah senja
Tiba sebentar lalu pergi

"Tapi banyak yang menunggu senja" hiburnya
Pagi tersenyum,
"Engkau mahal katanya"


8nov06

Wi.. Semua tentang sebuah Tanda

Wi..
aku biarkan jengkal jarimu
hitungi bias luka sukaku

Wi..
Ada juga sisa jejak darah
petualang bengal
juga suara parau bibir resah

Aku biarkan kau mandikan tubuhku
dengan uap aroma malam
Hingga aku jenak memuara
di matamu yang sepi

Wi..
ada detak berlarian di halaman rumah tepiku
ketika kau melempar ranting pohon mangga

Dan keesokan pagi kutemukan tetes embun
                                      berwarna biru rindu
Di jendela rumahku

secuil tandaMu kah itu?