Tuesday, May 30, 2017

....................

Bagaimana bisa aku bercakap-cakap
sedangkan ruangan ini begitu kecil
dan kau melayang-layang di luar sana

Bagaimana aku membagi cerita
Sedangkan kau bersedekap
tersenyum dan tetap berdiam

Bagaimana berguru, bertanya, atau sekedar bersapa
Karena aku hanya punya secuil kenangan
Lelucon yang giris, ilmu yang tipis
Bagaimana aku menahan tangis
Perjalananmu sudah lama terhenti
Dan apa yang kau sisakan
Tak juga menjadi jalanku

Sby, 30 Mei 2017
utk Guru, Kawan, Kakak, yang tak pernah lelah berada di medan laga.
30 Mei 2017, alm. Fahrudin Nasrulloh

Tuesday, January 05, 2016

Wi.. Semua tentang sebuah Tanda

Wi..
aku biarkan jengkal jarimu
hitungi bias luka sukaku

Wi..
Ada juga sisa jejak darah
petualang bengal
juga suara parau bibir resah

Aku biarkan kau mandikan tubuhku
dengan uap aroma malam
Hingga aku jenak memuara
di matamu yang sepi

Wi..
ada detak berlarian di halaman rumah tepiku
ketika kau melempar ranting pohon mangga

Dan keesokan pagi kutemukan tetes embun
                                      berwarna biru rindu
Di jendela rumahku

secuil tandaMu kah itu?

Monday, June 10, 2013

Kupu-kupu

Yang dinyanyikan malam, penat
Yang disimpan suram bulan, resah
Satu luka, seribu cerita dan empat cangkir kopi

Memadu gelak dan kecup kenang
Cerita tentang masa lalu, yang tak berkesudah

Kupu-kupu merobek kepompong
ia jatuh terlelap, rebahkan sayap yang basah

Apa yang kau simpan di nada minormu?

sby on the road, 8 Juni 2013