Haiku

/
Derit rumah berpintu
Berbingkai kayu rapuh
Kulit tubuhpun kisut

/
Lelah ranting berpagut
Airmatanya embun beku
Boneka kayu rekat retak

/
Senyummu ranum
Pagi datang melambat
Jarak rindu pecah

/
Geladak kapal
Penuh luka luka bisu
Terburai di riak ombak

/
Daun berjari jari
Genggam angin bertubuh sepi
Batangnya disusupi ingin

Dini hari, Januari 2008

No comments:

Selalu ada jalan menuju pulang

Berliatan jejak menuju entah Tersesat di ruang bayang bayang Bersembunyi dari terik Kemudian berlari sambil mencaci Jalanan besar dengan be...