Friday, November 20, 2009

Memuarakan Kisah, Sementara

Seketika halamanku menjadi begitu ramai
Gegap riuh kembang tertancap di reranting luka

Kesendirian,
Tentang gemericik rindu juga pekat pilu
Sekilas senyum menarik tubuh terburu
Jauh keseberang ikuti para pemburu

Seketika jendela rumah digedor angin
Memaksa jiwa jiwa ranum menari perih

Berlarian,
Pada kata aku telikung menuju muara kisah
Pendulum bergoyang, bertanya kemana
Dijejakkan langkah kembali melanglang

Seketika reriuh hujan berubah senyap
Menampar kenangan yang rikuh ketakutan

Tubuhku melekuk di kotak hias berenda
Sembunyikan diri, di bait bait bernada

Kebiri sebentar sepi, menuju ruang impi

Ubah seribu wajah lelucon
Berdongeng tentang mimpi

: Yang tak pernah dimiliki

Surabaya, 21 November 2009

No comments: