Sunday, November 22, 2009

Gadis kecil, dengan arang di mukanya

Gadis kecilku,
Berlarian sepanjang lorong pendapa
Melihatku yang baru menggeber tikar dan buku

Dari kejauhan, glendotan pada ibu
Yang masih sibuk mengaduk kopi
Tangis lirih merengek minta dihantar
"Aku mau menulis bu.."

Lama waktu, mendekapkan kau
Di dadaku rindu pada masa kanak kanak

Pensil menggambar
Kertas digambar
Aneka rupa tanpa warna

"Mana mbak pensil warna, aku mau mewarnai"
Kau tau dik, hidupmu akan melebihi pelangi
Pensil warnapun tak mampu tampung indahnya

Di lorong ini,
Gemarmu memandangi pertunjukkan
Topeng monyet, keliaran tingkah
Yang kau tiru lugu

Kau malas membaca
Walau matamu hapal huruf di lembar-lembar buku
Manja, selalu inginkan aku terus berceloteh

Ketika gadis kecilku terancam
Pelukkan ku akan beralih
Lantas kau berubah jadi
Burung elang yang galak

Kepakan sayap dengan kasarnya
Dan lengkingan riuh, memekakkan
Lalu diam-diam kau menangis
Sedikit ku biarkan kemarahanmu
Agar mau sedikit berbagi

Gadis kecilku, arang di mukamu
Perlahan terhapus tetes hujan
Dan lembut sentuhan waktu
Akan melingkarimu, senantiasa

Surabaya, 23 November 2009

No comments: