Sunday, November 30, 2008

Ode Petualang

Seperti sungai tanpa hilir ataupun hulu
Arusmu tenang, berlapis keling hitam batu

Entah apa yang tersembunyi?

Tubuh berakar urat basah keringat
Meliuk di antara rerimbun pohon,
Mencumbu padang edelweis

Goa kapur kau setubuhi, hingga kemudian
Bersepisepi di tepian kawah

Rerumputan sepanjang setapak
Bertapa menunggu jejakmu

Berbekal peta dan kompas
Jalurmu tak pernah sama

Di kepalamu
Ada puncak yang berubah-ubah
Juga bulat matahari yang selalu salah

Alur jalurmu kubaca, siasia

Hanya ceceran huruf dari namamu
: Menjadi arah panah perjalanan

Sby, Nov 2008

1 comment:

mencobahidup said...

si ode tahu arah atau tidak dalam menapaki dunia ini?Gagah atau korban?