Tuesday, November 25, 2008

DIAM

Ku eja hurufmu
Satu persatu, sayup saja

Agar perempuan seranjangmu
Tak mendengar

Dan kita tetap terikat riuh
: Di pekat Rindu

25 Nov 2008

2 comments:

bungabambu said...

wow!

ada yang pandai berpuisi...

bagus al haqq said...

weh weh weh
ini puisi apa cerpen
hehehehe