Monday, November 03, 2008

Kepada Seorang Guru

--teruntuk guruku Sony De Bono

Anak itu menggenggam buku yang di sampulnya tertulis
"Jangan baca, buku ini meracuni"

Buku pemberian guru yang selalu berlari
Terkadang galak berdiri di ambang pintu
Sambil menatap jendela

Si anak merobek sampul buku
Kemudian melihat halaman pertama
Tertulis,
"Bacalah halaman selanjutnya"

Dari halaman ke halaman
Hanya gambar gelas bermacam warna
Dengan lukisan kuda-kuda tanpa pelana
Tapi semua gelas retak bagian dasar

Dan di akhir halaman buku tertulis
"Milik Guru yang Gagal menjadi Buku"

D-fivenet, 3 Nov 2008

6 comments:

Arsyad Indradi said...

Itulah misteri yang selalu terjadi di dunia ini. Terkadang bukan hanya guru tapi siapa pun. Aku juga pernah kacau. Ternyata dalam diriku ada fatamorgana. Bayang-bayangnya sampai membias dalam jejakku.Oleh itu maka kututup semua buku dan kusimpan di rak bathinku. Aku tak pernah lagi menyentuhnya.Tak pernah lagi.

crystalistgita said...

ouw.. ouw.. pak irsyad. komentmu selalu bikin manggut.. manggut..
untungnya ak gk berjenggot. :p

Litbang blog manusia goblok said...

Gut manggut manggut..manggut manggut....gut manggut manggut ayo kabeh podo ngelaut....ut laut laut laut laut laut....asu kowe.....aku ra ngerti seng diomongke...

crystalistgita said...

dirimu menamaimu "manusia goblok" terimalah...!!
hahahaha...

Goloizm said...

Gak spenuhnya salah oknum gurunya sih.Kurikulumnya kan ganti2 terus.

crystalistgita said...

akh golo.. tak mengerti juga kau? disini justru protes kenapa harus guru yang terhimpit. disalahkan, dicemooh, guru lagi.. guru lagi... jadi tumbal dosa. caci maki murid, pemerintah, orang tua. Gajinya berapa cing??? mereka manusia, mereka tak melulu harus menjadi "guru". liat saja kakang Catung si Guru "Gak Profesional"itu. huwahahahaha...

bukankah ini ironis??