Skip to main content

Menungguimu

Sebulan
Dua bulan
---masih diam

Empat bulan
lima bulan
---waspada

Tujuh bulan
---pesta dawet

Delapan bulan
Sembilan bulan

Akh.. akhirnya lahir juga
Puisi

Okt 2008

Comments

Arsyad Indradi said…
Ha ha ha sungguh puisi itu terkadang begitu manja, menjengkelkan, benci tapi rindu. Itulah, mau apa lagi, ia adalah buah simalakama.
crystalistgita said…
ho'oh
menyebalkan kalau ia meninggalkan kita
walau sebentar saja

Popular posts from this blog

Tentang Senja

Berkata senja pada pagi
"Aku lelah menjadi sesudahmu"
Dengan tangisnya yang luruh
"Aku ingin menjadi kamu"

Waktu lama memajangmu
Apalah senja
Tiba sebentar lalu pergi

"Tapi banyak yang menunggu senja" hiburnya
Pagi tersenyum,
"Engkau mahal katanya"


8nov06

Wi.. Semua tentang sebuah Tanda

Wi..
aku biarkan jengkal jarimu
hitungi bias luka sukaku

Wi..
Ada juga sisa jejak darah
petualang bengal
juga suara parau bibir resah

Aku biarkan kau mandikan tubuhku
dengan uap aroma malam
Hingga aku jenak memuara
di matamu yang sepi

Wi..
ada detak berlarian di halaman rumah tepiku
ketika kau melempar ranting pohon mangga

Dan keesokan pagi kutemukan tetes embun
                                      berwarna biru rindu
Di jendela rumahku

secuil tandaMu kah itu?