Thursday, March 08, 2007

Menjelang Senja

Perempuan itu hanya duduk saja dibawah pohon
Putrinya masih belum lewati gerbang sekolah

"Nak pulanglah...!" bisiknya pada daun
Peluk hangat hampir menjadi dingin

Suatu kali sang anak berkata
"Bu... jangan kau basahi pipimu!"

Perempuan itu masih menggumam
Tidak mati beku hanya mati ingin
Telan sedih di lipat kerut wajah

Dan ketika beranjak senja
Matahari tergelincir
Dingin menghambur

Perempuan itu bangkit
Memekik tinggi dalam dingin
"Anakku..!"

28februari07
versi puisi dari cerpenku "Ketika Menjelang Senja"

1 comment:

steven said...

puisinya agak mengharukan, namun munculnya kata jenaka seperti: "tergelincir", menawarkan suasana yang santai. kenapa haru sama seorang anak yang rindu sekolah dan tak mau pulang? hehehe.