Skip to main content

Puncak Kedua

Malam itu hangat sekali mungkin akan tiba hujan
Tapi sampai malam larut masih belum ada tanda petir

Dengan tawa yang tersisa di ruang sepi itu
Mencoba cairkan lelah gelut yang tergerus ego

Keringat kita sudah tercampur di mangkok kecil bergambar ayam jago
Abu rokok yang lelah terkulai saat berkesah pada malam

Ini sudah taun keberapa?
Katamu ini puncak kedua
Apa mungkin ada puncak ketiga

Wajah wajah polos menjadi begitu kerut
Banyak luka yang harus terselesaikan

Lihat saja tawa itu hanya sampai sepersekian detik
Kemudian lenyap setelah dada dan mata membengkak


Dies Natalies Teater Crystal ke-19
6 maret 2007

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Senja

Berkata senja pada pagi
"Aku lelah menjadi sesudahmu"
Dengan tangisnya yang luruh
"Aku ingin menjadi kamu"

Waktu lama memajangmu
Apalah senja
Tiba sebentar lalu pergi

"Tapi banyak yang menunggu senja" hiburnya
Pagi tersenyum,
"Engkau mahal katanya"


8nov06

Wi.. Semua tentang sebuah Tanda

Wi..
aku biarkan jengkal jarimu
hitungi bias luka sukaku

Wi..
Ada juga sisa jejak darah
petualang bengal
juga suara parau bibir resah

Aku biarkan kau mandikan tubuhku
dengan uap aroma malam
Hingga aku jenak memuara
di matamu yang sepi

Wi..
ada detak berlarian di halaman rumah tepiku
ketika kau melempar ranting pohon mangga

Dan keesokan pagi kutemukan tetes embun
                                      berwarna biru rindu
Di jendela rumahku

secuil tandaMu kah itu?