Skip to main content

Di Suatu Malam

Kusesap kembali candu malam
di antara deru sepi, yang lama menepi

Ada sapa rindu, perempuan bersuara perdu
menelusuri kabar dari sisa debu di helai daun kering

Sisa riuh, merendah di grobak warung kopi
lelaki tua menyibak trotoar, menghentikan tawa sendawa
menatap dengan wajah tertunduk begitu dalam

Dusta - dusta lusuh di tubuhnya, melekat
seperti aroma apek di kemeja berwarna kusam
Ada cerita letih di kehidupannya

Juga ada siluet lelaki terbelah bulan
Apa kabarmu, Mei?

Sby on the road, 8 Juni 2013

Comments

Anonymous said…
Hayoo Git, begadang malam terus yo

Popular posts from this blog

Tentang Senja

Berkata senja pada pagi
"Aku lelah menjadi sesudahmu"
Dengan tangisnya yang luruh
"Aku ingin menjadi kamu"

Waktu lama memajangmu
Apalah senja
Tiba sebentar lalu pergi

"Tapi banyak yang menunggu senja" hiburnya
Pagi tersenyum,
"Engkau mahal katanya"


8nov06

Wi.. Semua tentang sebuah Tanda

Wi..
aku biarkan jengkal jarimu
hitungi bias luka sukaku

Wi..
Ada juga sisa jejak darah
petualang bengal
juga suara parau bibir resah

Aku biarkan kau mandikan tubuhku
dengan uap aroma malam
Hingga aku jenak memuara
di matamu yang sepi

Wi..
ada detak berlarian di halaman rumah tepiku
ketika kau melempar ranting pohon mangga

Dan keesokan pagi kutemukan tetes embun
                                      berwarna biru rindu
Di jendela rumahku

secuil tandaMu kah itu?