Tak.. Tak.. Tak.. Tak..

Kepada Sahabat Baikku
Fahrudin Nasrulloh

Tak.. Tak.. Tak... Diam
Terbata Kata
Dalam isak yang sepi

Aku digulung kabar mendung
Ditengah detik yang berlarian
Ditengah kabar

Tak.. Tak.. Tak.. Selesai

Tak.. Tak.. Tak... Sempat
Maaf  tersampaikan
Salam terlempar jauh

Enggan, tinggal tersumpah serapah
Pergimu, meninggalkan barisan kalimat
Tak sempat jua ku tengok saat terakhir

Penyesalan menjeda
Tak.. Tak.. Tak...
Tak.. Tidak.. Tak.. Tidak..

Memungkiri adalah sia-sia
Pesanmu akan tetap terkenang
"Menulislah, walau hanya sebait"

Tak.. Tak.. Tak...
Tak ku hirau saat itu
Sungguh aku enggan berjanji padamu, kawan.

Tak ada satu kalimat terselesaikan untukmu
Tak.. Tak.. Tak.. Tidak.. Tak.. Tak... Tidak..

Hanya keikhlasan yang sanggup kupersembahkan
Untukmu


Surabaya, Juni 2013 




1 comment:

Anonymous said...

Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan menerima segala amal baiknya, amin.

Selalu ada jalan menuju pulang

Berliatan jejak menuju entah Tersesat di ruang bayang bayang Bersembunyi dari terik Kemudian berlari sambil mencaci Jalanan besar dengan be...