Thursday, July 28, 2011

Di Sebuah Mata

: Maksim-Hana's eyes


Kau biarkan nada-nada itu
Berceceran di partitur-partitur tua

Nada hening dari sepasang mata
Puzzle berantakan bergambar d-u-k-a

Tentang sebuah kata miskin
Tentang sebuah kata sakit

Tentang sebuah damai, yang alpha
Tentang nikmat surga, yang sengaja dilupa

Lagu itu berkumandang
Memukul perlahan
Di dada baja pemuja


Tulis saja dengan pedang
Sebagai persembahan

Terima Kasih, Itu Saja

Surabaya, 28 Juli 2011

2 comments:

ade said...

walapun dada sesak
untuk mengikhlaskan dalam duka
tapi inilah kenyataan hidup

kita harus berani menghadapinya
walapun pahit pasti ada hikmahnya..
salam kenal keren karyanya....

crystalistgita said...

thank's ade...
Salam