Friday, October 23, 2009

Penanda Menuju Pasrah

Dimana letak kepasrahan itu
Kebebasan memiliki diri
Sketsakan harap bermimpi

Kepulanganku adalah mutlak

Ruang suam amarah mengerak
Kotak mantra disusun rapih meninggi
Jatuh berantakan tersapu ringkih waktu

Di mana kutuju rindu
Biruku semburan ungu
Pilu meragu tapi angkuh

Wajahku seperti cerminmu
Berpeluk jiwa aku dan kau
Jasad terlepas entah dimana
Keharusan meratapimu bebas

Sungguh aku belum bisa akur
Pada jarak yang telah diukur
Mencacati judul kisah terkubur
Rupa duka tentang kau kabur

Langkah masih sempoyongan
Berpeluk dekapan dada
Redamkan tangisan diri

Kepulangan berarti kembali

Susuri tempat dulu kau berdiri
Berdiam mencuri pandang aku
Ketika fasih mencibir, guratkan caci

Mata memerah, kau baca benci
Tapi tak kau lihat di sana
Genangan keruh, mengombak
Pasang.. bukan surut

Tak ada kematian yang pasrah
Begitupun kehilangan yang lepas

Puing puing jiwa kususun ulang
Tapi masih banyak keping hilang
Mungkin sengaja kau bawa
Menuju pada puncak kata

Wahai kembara luka
Tangan gaib itu tak juga gapai kau
Aku tak ingin segera tuntas ikhlas
Kembalimu adalah kepulanganku

Akh...
Belum juga ku mampu sadarkan diri
Yang ada cuma aku dan rupa imaji

Surabaya, 22 Oktober 2009

No comments: