Sajak Pagi

Kupagut rindu di sepanjang shubuh
Embun basah terjuntai dari sulur lidahmu

Bibirpun dingin
Membeku enggan pisah

: Sampaikah puisi ini

7 Januari 2009

2 comments:

Anonymous said...

rindu ma siapa Gita?
ya jelas enggak sama akulah he..he..

crystalistgita said...

huwehehehe..
siapa ya enaknya??

Selalu ada jalan menuju pulang

Berliatan jejak menuju entah Tersesat di ruang bayang bayang Bersembunyi dari terik Kemudian berlari sambil mencaci Jalanan besar dengan be...