Monday, December 08, 2008

Kematian di Sebuah Taman

Lentik-lentik kembang merah darah
Tanpa bau wangi yang terlalu
Kelopak tepi kuning keemasan
Di atas sana langit menjadi sehitamku

Kisah lalu merasuk rusuk
Gemuruh menjadi sedemikian sadis
Hingga ke ruang-ruang teduh
Ambang di batas anganmu

Ujung-ujung bibirmu merapal mantra memanggilku
Sedangkan kau bersembunyi pada tubuh yang sesungguhnya palsu

Aku hanya ingin membacamu, lantas mencoretkan sebait sajak
Yang tak pernah selesai kutulis
Dalam dadamu, dalam lelapmu dan dalam sejuta luka milikmu

Karna tubuhmu adalah taman gersang
Dengan dahan-dahan terlentang
Menyembahi kelopak-kelopak kusam

Tak perlu hitam membungkam kenangan pada hujan
Suara-suara menggaung, gemerisik dedaun kering
Itu saja pikirkan, aku adalah sebuah dendang di antara
Senja dan malam

Di sebuah taman gelap, kau lunglai menafkahi luka
Dengan lukisan hitam darah

Desember 2008

No comments: