Sunday, December 07, 2008

Hujan Tak Pernah Berhenti

Disebutnya Tirai tanpa jendela
Ia melebur searoma tanah
dingin yang sunyi

Demikian hari menyebutnya hujan
Titisan duka di ujung mata

Tanpa jendela ia membungkam senja
Tanpa waktu ia datang menggebu

Menganak genangan hitam
Pesakitan basah pada dinding suram

Sebuah pintu menggigil
Tibamu yang tak kunjung henti

Lumpuhkan cerita
Seharusnya berakhir bahagia

: Dan tangis adalah kau yang tak pernah berhenti

Sby Hujan, 7 Desember 2008

No comments: