Skip to main content

Hujan Tak Pernah Berhenti

Disebutnya Tirai tanpa jendela
Ia melebur searoma tanah
dingin yang sunyi

Demikian hari menyebutnya hujan
Titisan duka di ujung mata

Tanpa jendela ia membungkam senja
Tanpa waktu ia datang menggebu

Menganak genangan hitam
Pesakitan basah pada dinding suram

Sebuah pintu menggigil
Tibamu yang tak kunjung henti

Lumpuhkan cerita
Seharusnya berakhir bahagia

: Dan tangis adalah kau yang tak pernah berhenti

Sby Hujan, 7 Desember 2008

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Senja

Berkata senja pada pagi
"Aku lelah menjadi sesudahmu"
Dengan tangisnya yang luruh
"Aku ingin menjadi kamu"

Waktu lama memajangmu
Apalah senja
Tiba sebentar lalu pergi

"Tapi banyak yang menunggu senja" hiburnya
Pagi tersenyum,
"Engkau mahal katanya"


8nov06

Wi.. Semua tentang sebuah Tanda

Wi..
aku biarkan jengkal jarimu
hitungi bias luka sukaku

Wi..
Ada juga sisa jejak darah
petualang bengal
juga suara parau bibir resah

Aku biarkan kau mandikan tubuhku
dengan uap aroma malam
Hingga aku jenak memuara
di matamu yang sepi

Wi..
ada detak berlarian di halaman rumah tepiku
ketika kau melempar ranting pohon mangga

Dan keesokan pagi kutemukan tetes embun
                                      berwarna biru rindu
Di jendela rumahku

secuil tandaMu kah itu?