Antara Meja, Puntung dan Puisi

Puisi berceceran serupa tai
Di antara gelas-gelas kaca yang retak tepi
Seusai cerita berongga-rongga ditulis rapi

Puisi menjadi serpihan abu
Berserak dalam asbak persegi
Jumlahnya lebih dari puntung udut
Bekas mulut pendongeng yang berisik

Bungkul, Juli 2008
"Akhir cerita malam itu"

2 comments:

akokow said...

dan para pembaca setia menunduk memunguti semua puisi itu

rindu kehadirannya kembali..

Ruang kosong said...

ngudutlah terus, sebelum udutan jadi haram

ihihihiiii...

Selalu ada jalan menuju pulang

Berliatan jejak menuju entah Tersesat di ruang bayang bayang Bersembunyi dari terik Kemudian berlari sambil mencaci Jalanan besar dengan be...