Monday, July 07, 2008

Antara Meja, Puntung dan Puisi

Puisi berceceran serupa tai
Di antara gelas-gelas kaca yang retak tepi
Seusai cerita berongga-rongga ditulis rapi

Puisi menjadi serpihan abu
Berserak dalam asbak persegi
Jumlahnya lebih dari puntung udut
Bekas mulut pendongeng yang berisik

Bungkul, Juli 2008
"Akhir cerita malam itu"

2 comments:

akokow said...

dan para pembaca setia menunduk memunguti semua puisi itu

rindu kehadirannya kembali..

Ruang kosong said...

ngudutlah terus, sebelum udutan jadi haram

ihihihiiii...