Inilah Kisah Lelaki yang Keras Kepala

Berenanglah ia tanpa pelampung, memanggul ombak
Berkoar kasar memanggil posaidon yang lelap di dasar laut
Lelaki tak pernah tau di mana ia kan bertepi

"Lautan terlalu luas, sayang" camar menguik di atas kepalanya
Sebelum karam dan hancur tubuh, rakit ribuan plankton menjadi pijakan
Lalu ukir kata puitis di antara ladang karang

Sebelum air mata membaur asin laut
Menyeringai kisah yang terjungkir
: Ironi ada akhirnya

Bungkul, Juli 2008

No comments:

Selalu ada jalan menuju pulang

Berliatan jejak menuju entah Tersesat di ruang bayang bayang Bersembunyi dari terik Kemudian berlari sambil mencaci Jalanan besar dengan be...