Sunday, June 01, 2008

Sore Itu di Sebuah Kebun

Di sini di sebuah kebun
Tunggui bibit jadi tunas atau
Mati di gempur belatung
Kuhitung waktu, Mundur

Aku sibuk, jangan kau ganggu
Nanti saja ketika sore sudah berganti kelamin

Dan kau tetap memaksa
Menyusup di antara gendang telinga
Membisikkan lengang, Kudengar apa?

Aku sibuk, tolong ganggu
Sekarang telingaku sedang bising

Dan kau tetap diam
Mengambil jarak antara sore dan malam
Tanpa kelamin, Lalu kenapa?

Aku sibuk, kamu tidak sibuk
Kamu mungkin sibuk, aku ingin sibuk

Sepakat...
Menunjuk waktu

Bisikmu serupa tabir
: Harusnya sore berkelamin

Ruang Gelap, 2 Juni 08
Setelah jagongan di Kebon Bibit

No comments: