Jika aku hanya punya koin dengan salah satu sisi tergambar mataMu dan satunya kosong.
maka suatu hari aku akan menenggelamkan mataku di salah satu sisinya, agar dapat memunggungi mataMu
Aku masih berjalan
Bersilangan dengan waktu
Dengan kepala celengan
Berbentuk ayam
Yang selali berkokok nyaring
setiap koin-koin jatuh didasarnya
Mata Uangku tak bermata ganda
Salah satunya memercing mataMu
Satu sisinya kosong
Nanti ku ukir jika kepalaku
Telah terlepas dari porosnya
Lantas menggelinding sendiri
Sambil menghisap sebatang rokok
Di tepi bibirku
Tentu saja sambil menggumamkan namaMu
Karena mataMu selalu memata-mataiku
Pasti..
Surabaya, 19 april 2011
No comments:
Post a Comment