Skip to main content

Wi.. Semua tentang sebuah Tanda

Wi..
aku biarkan jengkal jarimu
hitungi bias luka sukaku

Wi..
Ada juga sisa jejak darah
petualang bengal
juga suara parau bibir resah

Aku biarkan kau mandikan tubuhku
dengan uap aroma malam
Hingga aku jenak memuara
di matamu yang sepi

Wi..
ada detak berlarian di halaman rumah tepiku
ketika kau melempar ranting pohon mangga

Dan keesokan pagi kutemukan tetes embun
                                      berwarna biru rindu
Di jendela rumahku

secuil tandaMu kah itu?

Comments

honorer k2 said…
kata-katanya sangat menyentuh..terima kasih aku sanang membacanya
Irfan said…
Thanks articlenya

Popular posts from this blog

....................

Bagaimana bisa aku bercakap-cakap sedangkan ruangan ini begitu kecil dan kau melayang-layang di luar sana
Bagaimana aku membagi cerita Sedangkan kau bersedekap tersenyum dan tetap berdiam
Bagaimana berguru, bertanya, atau sekedar bersapa Karena aku hanya punya secuil kenangan Lelucon yang giris, ilmu yang tipis
Bagaimana aku menahan tangis Perjalananmu sudah lama terhenti
Dan apa yang kau sisakan
Tak juga menjadi jalanku
Sby, 30 Mei 2017 utk Guru, Kawan, Kakak, yang tak pernah lelah berada di medan laga.
30 Mei 2017, alm. Fahrudin Nasrulloh

Tentang Senja

Berkata senja pada pagi
"Aku lelah menjadi sesudahmu"
Dengan tangisnya yang luruh
"Aku ingin menjadi kamu"

Waktu lama memajangmu
Apalah senja
Tiba sebentar lalu pergi

"Tapi banyak yang menunggu senja" hiburnya
Pagi tersenyum,
"Engkau mahal katanya"


8nov06