Sunday, April 10, 2011

Siluet

Mungkin kau adalah segelintir pejalan
Yang memuja kabut nan pekat
Menjarah rimba di hitamnya malam

Tubuh khas berhias siluet
Terbungkus rindu

Suara mendung yang menggelegar
Adalah pertanda berliaran

Lembar demi lembar kenangan
Diberinya waktu meneduh

Berteduh? dan aku memanggulnya
Pada kesekian cerita yang lewat

Lelaki pembelah bulan
Dengan tajamnya sepi

Di bawah ketiak pepohonan
Lantas kau menyusu pada ibu musim

Sungguh, ternyata mengeja kau
Tak perlu serumit mengeja puisi

:Lelaki dalam Tempurung Bulan

Surabaya, 10 April 2011

No comments: