Skip to main content

Ceruk Cerita yang Dalam

Kita seperti anjing lapar
Berkejaran di malam jalang
Saling mencaci di tengah laga
Tapi rindu berpeluk manja

Kita seperti luka yang merana
Punguti penggal tubuh yang terberai
Lantas dirangkai pada malam buta
Berbenang serat urat rotan
----Lecut melucuti

Kita seperti periuk belanga
Cadas ditempa kobar bara
Berangus hitam coreng muka muram

Tubuh kita ringkih lari telanjang
Terbuai peluh resah dan desah

Kita seperti hujan gersang
----Hampa dan basah

Tangisi ceruk cerita yang dalam
Jatuh tak berjeda, terjal

Sby, 25 April 2009

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Senja

Berkata senja pada pagi
"Aku lelah menjadi sesudahmu"
Dengan tangisnya yang luruh
"Aku ingin menjadi kamu"

Waktu lama memajangmu
Apalah senja
Tiba sebentar lalu pergi

"Tapi banyak yang menunggu senja" hiburnya
Pagi tersenyum,
"Engkau mahal katanya"


8nov06

Wi.. Semua tentang sebuah Tanda

Wi..
aku biarkan jengkal jarimu
hitungi bias luka sukaku

Wi..
Ada juga sisa jejak darah
petualang bengal
juga suara parau bibir resah

Aku biarkan kau mandikan tubuhku
dengan uap aroma malam
Hingga aku jenak memuara
di matamu yang sepi

Wi..
ada detak berlarian di halaman rumah tepiku
ketika kau melempar ranting pohon mangga

Dan keesokan pagi kutemukan tetes embun
                                      berwarna biru rindu
Di jendela rumahku

secuil tandaMu kah itu?