Skip to main content

Mencuri Puisi Lelaki Nestapa

Jejakku langkah musafir, langlang pada bidak gersang
Tanpa bernama, kota tua sembunyi menelikung jaman

Aku tlah singgah, lama
Sembari menghitung waktu yang berujung senja

Bertemulah lelaki nestapa
Mengugu sendiri, nyanyian sumbang

Angin berisik,
Jangankan malam, siangpun tertawa

"Apa pada siapa, sendiri?" gumamku

Sidoarjo, 22 Feb 2009

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Senja

Berkata senja pada pagi
"Aku lelah menjadi sesudahmu"
Dengan tangisnya yang luruh
"Aku ingin menjadi kamu"

Waktu lama memajangmu
Apalah senja
Tiba sebentar lalu pergi

"Tapi banyak yang menunggu senja" hiburnya
Pagi tersenyum,
"Engkau mahal katanya"


8nov06

Wi.. Semua tentang sebuah Tanda

Wi..
aku biarkan jengkal jarimu
hitungi bias luka sukaku

Wi..
Ada juga sisa jejak darah
petualang bengal
juga suara parau bibir resah

Aku biarkan kau mandikan tubuhku
dengan uap aroma malam
Hingga aku jenak memuara
di matamu yang sepi

Wi..
ada detak berlarian di halaman rumah tepiku
ketika kau melempar ranting pohon mangga

Dan keesokan pagi kutemukan tetes embun
                                      berwarna biru rindu
Di jendela rumahku

secuil tandaMu kah itu?