Tuesday, March 04, 2008

Tersesat

Kemana pulang dituju
Jika rumah rumah tak lagi berpintu

Kemana layar bersandar
Jika dermaga sibuk menghitung ombak

Kemana berkeluh luka
Jika nanah mengkristal di lingkar mata

Kemana bermanja sepi
Jika segala ruang sibuk beropini

4 Maret 2008

2 comments:

Nongkrong said...

Di sana, pintu itu masih ditunggui ibu
di buritan, di tengah peluh berasam garam
aku menunggu kedatangan Tuhan
Dia mengajakku berlayar
bukan di samudera tetapi di surga [Halaaaah, ngawur]

Salam kenal mbak Gita

artja said...

nice poet.