Malam Yang Terasing

Sepanjang lagak yang menderu di atas pentas
Mata mata juling yang lengah terkesiap
Ia menyeruak diantara bayang penggila senyap

Tawanya menggelegar bak deru mesiu di tengah ladang perang
Ia hinggap diantara kap kap besi
Mendiami tong tong yang kosong

Lelah langit meredup menunduk hormat

Entah siapa bisa menahan gelak
Tak juga latar latar musik yang bosan didengar
Atau gerak gerak pantomim bisu yang kaku

Tak juga raja atau peri yang mabuk
Pada gendongan malam yang terasing

No comments:

Selalu ada jalan menuju pulang

Berliatan jejak menuju entah Tersesat di ruang bayang bayang Bersembunyi dari terik Kemudian berlari sambil mencaci Jalanan besar dengan be...