TERUNTUK LAUT

Teruntuk sayang di sebrang laut
Surat ini tiba dengan kepak bangau yang kalut

Sekelabat luka beriak di pelupuk mata
Begitu perih tersampaikan tangis menggelegar
Hingga ombak tenang menjadi gelombang pasang

Sampaikan salam teruntuk rindu yang kelam
Terdalam menjadi janji janji karam

Lembar surat ini terlalu lusuh
Hingga Laut tak bisa membacanya

Malang, 1juli2007
di sela sela menunggu “PUAN”

No comments:

Selalu ada jalan menuju pulang

Berliatan jejak menuju entah Tersesat di ruang bayang bayang Bersembunyi dari terik Kemudian berlari sambil mencaci Jalanan besar dengan be...