Geligi gigi susumu tak lengkap
Bau menguar dari sela kulitmu, apek
Seharian berlarian bergulat pasir taman
Di atas papan seluncur kau berdiri terkekeh
"Kukencingi kalian", teriaknya pada bocah lainnya
Malam carut, harusnya kau lelap
Tapi hari amat angkuh
Dan pendar lampu kota adalah do'a yang redup
Seringaimu menggarisi langit warnai bintang satu persatu
Sebelum mbungkul lelah, padam
Emak menjeda hari, warung kukut
Matamu tak boleh terkatup
: Simpan ceriamu untuk esok, nak
Surabaya, 8 Juni 2008
"Terbata berkata-kata, mengucapkan syukurpun dieja. Menggagap kata, mulut kelu hingga mata hampir saja enggan berkedip. Segala proses beku membatu, di bening abjad pun sering mengeluh."
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lelaki Kecil dengan Punggung Kura - Kura
Lelaki kecil berjalan meniti tepi jalan sambil menggandeng bapak Ingus yang naik turun ia biarkan sambil mengingat hitungan mundur Tangan la...
-
: Doni & Cessa Seberapa sering kau pulang Menggedor pintu rumah Bermanja pada belaian Ibu Akh… adikku sayang Rumah seperti penampung...
-
Lelaki kecil berjalan meniti tepi jalan sambil menggandeng bapak Ingus yang naik turun ia biarkan sambil mengingat hitungan mundur Tangan la...
3 comments:
MAJU TERUS GIT,SMOGA SUKSES YO.......adit t.crystal
oh iya, ndang marino kuliahmu nduk...,he..he..he..he.., adit t.crystl
howee.. iya mas.
mari ngene lulus.. insya allah.
hehehe.. eh harus ding!
Post a Comment