Tuesday, February 09, 2010

Biarkan Basah Hujanmu Luruh

Biarkan hujan...!
Turunlah hujan..!

Jangan terus kau gantung mendung
Terlalu lama di atap rumahku.

Oh.. Lihat,
Di lingkar lehernya telah memar
Terjerat kekang langit yang mengabu

Jatuhlah hujan...
Jangan sungkan...

Biarkan berdenting di atas atap
Juga mengetuk jendela kamarku

Terlalu sepi siang ini
Biarkan telur telur sunyi,
Pecah

Prang......
Membelah Sang langit wingit

Biarkan basah..
Biarkan jatuh..

Biarkan menderas
Biarkan dua bocah telanjang
Di jalanan depan rumah
Menari meliar kilatan petir

Jatuhlah menirai
Biarkan runtuh

Dan semesta bersorak sorai,
Setubuhi dinginmu

Surabaya, 22 Januari 2010

No comments: