Skip to main content

Manusia Setengah

Manusia setengah jadi
Bergantung janji
Hingga perlahan mati

Manusia setengah mati
Tak jera memuja janji
Yang tak juga jadi

Manusia setengah janji
Tak bertemu jadi
Hingga dibawa mati

Jadi mati[lah] janji

:Dikurung mati pada janji yang tak jadi

sby, Agust 2008

Comments

Penyair Gila said…
Yang menjadi tempat tumpukan harapan tak lain hanyalah kepadanya. Maka kita pun tak ragu menangkupkan kedua tangan. Doa adalah ekspresi jiwa yang bergetar dalam kegelisahan dunia.
Penyair Gila said…
Janji adalah tempatnya dusta bila tak memahami apa yang dimanakan pelunasan. Ketika masih segumpal darah di dunia rahim, manusia telah menjalin janji. Manusia akan mati dalam kehidupannya sendiri manakala ia tidak melunasinya. Mati !!!
crystalistgita said…
do'a menggeletar menggelepar hingga tubuh, jiwa dan pikiran tak terkendali.
wahai penyair gila.. ajari aku gila. hingga aku lupa berjanji, tak mau mati. seperti katamu...

Popular posts from this blog

Tentang Senja

Berkata senja pada pagi
"Aku lelah menjadi sesudahmu"
Dengan tangisnya yang luruh
"Aku ingin menjadi kamu"

Waktu lama memajangmu
Apalah senja
Tiba sebentar lalu pergi

"Tapi banyak yang menunggu senja" hiburnya
Pagi tersenyum,
"Engkau mahal katanya"


8nov06

Wi.. Semua tentang sebuah Tanda

Wi..
aku biarkan jengkal jarimu
hitungi bias luka sukaku

Wi..
Ada juga sisa jejak darah
petualang bengal
juga suara parau bibir resah

Aku biarkan kau mandikan tubuhku
dengan uap aroma malam
Hingga aku jenak memuara
di matamu yang sepi

Wi..
ada detak berlarian di halaman rumah tepiku
ketika kau melempar ranting pohon mangga

Dan keesokan pagi kutemukan tetes embun
                                      berwarna biru rindu
Di jendela rumahku

secuil tandaMu kah itu?