Masih dengan Pisau Tertancap di Punggung, Ia Menari

Hujan tanda jadi

Menggenang telaga


Mata mencari

Kaki menari


Pesta malam

Menunggu sebotol bir

Didaulat mabuk peri turun


Menunggu senyap kabut

Riuh dendam tertelan

Menanda peri lupa diri


Peri mengutus matahari

Keburu mabuk, ucapnya


Di punggung belati

Mengganti cemeti


Dendang lagu

Mencoba merayu


Luka hati luka kaki

Masih tertancap

Dan matahari menari


13des06

No comments:

Selalu ada jalan menuju pulang

Berliatan jejak menuju entah Tersesat di ruang bayang bayang Bersembunyi dari terik Kemudian berlari sambil mencaci Jalanan besar dengan be...