Dunia Bermain

Aku mencongkel bola mata menjadi sebutir kelereng

Kemudian aku gelindingkan di atas pusar ibu


"Ibu, bermainlah sebentar bersamaku"

Kemudian ibu, menarik sebelah telinganya

menjadikan selembar uang-uangan 

kemudian uang itu ditukar dengan sepatu Ayah


Sepatu ayah, aku sembunyikan di dalam lemari es

"Ayah, temani aku mengerjakan tugas sekolah"

Ayah melepas telapak kakinya

kemudian dijadikannya perahu kecil


Telinga ibu hilang satu, tapi bisa mendengar isakku

Telapak kaki ayah tak bisa menjejak, tapi bisa mengejarku

Aku bermain menuju ke pantai, menuju laut menaiki perahu


Kata kata biasa bermain sendiri, sesekali bermain dengan aku atau kau

Dunia kata adalah taman bermain, hanya saja terlalu serius


Surabaya, 21 Des 2020


 

 


Seharusnya

Kepada Cinta

Yang kau gantungkan dipundakmu

Mengapa tak kau turunkan Sejenak


"Bukankah arus sungai tak pernah berhenti berlari"

Ucapmu pada cuaca yang bisu


Maka begitulah derita, yang tak bisa dihela

Bukan hanya debu sementara

Ia akan sertai kemana saja nafasmu mengudara


25 Agustus 2020

Selalu ada jalan menuju pulang

Berliatan jejak menuju entah
Tersesat di ruang bayang bayang
Bersembunyi dari terik
Kemudian berlari sambil mencaci

Jalanan besar dengan beriburibu mata kaki
Raksasa besi beroda-roda besar melintasi
Tak ada petunjuk kembali pulang
Hanya papan petunjuk yang begitu kusam

Masa berlalu sedemikan larut
Lampu jalan setia di sepanjang perjalanan
Masih tak juga bertemu penunjuk pulang
Sedangkan angan begitu letih

Diam menunggu dipersimpangan
Ke arah kiri, rapat
Ke arah kanan, padat


Kebetulan tak datang berkali-kali
Klakson mendera dari kejauhan
Membawa lari banyak kenangan
Hingga tercecer di jalanan
Ikut berlari hingga ku temukan jejak

:Menuju arah pulang

Surabaya, 29 sept 2017

Lelaki Kecil dengan Punggung Kura - Kura

Lelaki kecil berjalan meniti tepi jalan sambil menggandeng bapak Ingus yang naik turun ia biarkan sambil mengingat hitungan mundur Tangan la...