Wi..
aku biarkan jengkal jarimu
hitungi bias luka sukaku
Wi..
Ada juga sisa jejak darah
petualang bengal
juga suara parau bibir resah
Aku biarkan kau mandikan tubuhku
dengan uap aroma malam
Hingga aku jenak memuara
di matamu yang sepi
Wi..
ada detak berlarian di halaman rumah tepiku
ketika kau melempar ranting pohon mangga
Dan keesokan pagi kutemukan tetes embun
berwarna biru rindu
Di jendela rumahku
secuil tandaMu kah itu?
2 comments:
kata-katanya sangat menyentuh..terima kasih aku sanang membacanya
Thanks articlenya
Post a Comment