Kita terbang berkendara camar
Lalu berhenti di sebuah awan merah
Melumat habis tubuh
Membagi peluh yang hangat
Dan hati yang hampir beku
Lalu jatuh memberat
Membelah awan
Peraduan kita
Selingkuh
Menyesakkan suka
Juga duka
Saat luka-luka
Makin membias
Erat peluk perlahan lepas
: Wajahmu samar, seperti kisah selintas camar
No comments:
Post a Comment