Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2007

Kisah Kerbau

lenguhan kerbau yang dirajam di tengah terik
keringatnya bercecer membekaskan peta diri
tentang luka, cinta, ngilu dan sakit

kaki kokoh dengan bulu rambut halus
menghentak sebongkah batu
coba robohkan angkuh sang maut

otak bergambar lucu dibredel
diganti kertas bernilai serpihan emas

rumput hijau basah darah
tanduknya lunglai

sedu tak bertelur airmata
ia memendam dendam
di dada kilat hujan
menyambar matanya yang merah

susu tak mungkin terperah
tersadar diri sedang dikuliti

21Juli007

Fragmen Kenangan

FRAGMEN I

ia berlalu seperti angin
sibakkan rambut ditepi dahi
lalu memeluk dengan dingin

FRAGMEN II

kabut membungkus kalut
hantam dinding kaca buram
lalu tinggalkan sekelebat bayang

FRAGMEN III

malam kelam menjadi gigil panjang
hanya bisik cumbu kepik dan ulat pohon
simpan rapi elpidos pelangi yang berangin

Juli2007

Dibu [nuh] ai

Ditelan buih tubuhnya sepi

Merentas perih terkulai tatih


Laki lakinya pergi

Sejenak menjelang benih


Tumbuh dan ia teriris

Teriak tangis si bayi


Sang Ibu lunglai

Si bapak ingkar lirih

Pesta Baru Dayat

1/
Pesta besar untuk Si Dayat
Wah pesta rakyat

Asyik..
Sepatu, seragam dan pelajaran baru

2/
Nak.. tahun depan kita coba lagi
Ijazahmu belum lunas

Kata mereka,
Tak bisa ditebus ketela

Mak, Baru tahun depan ya sekolah?
Kapan Lihat sekolah barunya?
Baru kapan Mak??

3/
Nasibmu nak, belom tokcer
Otakmu memang encer
Digerus engkolan becak bapakmu

Maaf, emak baru bisa nebus besok besok

10Juli07

TERUNTUK LAUT

Teruntuk sayang di sebrang laut
Surat ini tiba dengan kepak bangau yang kalut

Sekelabat luka beriak di pelupuk mata
Begitu perih tersampaikan tangis menggelegar
Hingga ombak tenang menjadi gelombang pasang

Sampaikan salam teruntuk rindu yang kelam
Terdalam menjadi janji janji karam

Lembar surat ini terlalu lusuh
Hingga Laut tak bisa membacanya

Malang, 1juli2007
di sela sela menunggu “PUAN”