Senja

Dengan dinginnya ia datang
Berselimut kabut tipis

Matahari tergelincir
Ketika itu hujan turut campur
Dengan sedih ia pergi
Meneteskan perih disudutnya

Cahayanya kuning keemasan
Warna rindu
Masa mulia mungkin

Tapi tidak juga
Senja hanya punya waktu sebentar
Lalu dirampas malam

280207
lagi buntu insp

Dilarang Pake Nama

kisah kecil nama

pagi buta ia sudah datang

tapi tanda N dicoret

tertancap di sana

Ternyata Nama lain sudah menunggu

Sebelum shubuh malah

terpaksa pilih lain

daripada jadi rebut

BapaK Pulang

Bapak pulang nak..!
bawa kado buatmu
jangan menangis
ini hanya bekas cambuk
dan ini lubang bekas pelor

Untaian kata kata dari lontar
Yang terkulai lemas dipunggung
Siap terbaca

Bapak sudah pulang nak..!
jangan dicari lagi

Nak.. ini kado buatmu!
Sebuah nisan dengan jejak hidup yang buram

Insp by Kick Andi 220207

Sajak Pendek

MEJA BELAJAR

Berhenti belajar, sejarah sedang diRenovasi


DEMONSTRASI

Ha...Ha...Ha.... Ruanganku Kedap Suara


insp by Kick Andi 220207(aktifis yang hilang)

Asal Bencana

Pantai semakin landai

Terumbu terkapar mati

Ombak semakin riuh

Menggulung gulung keruh

Kabar Buruk

Puisi menjadi begitu beku

Menjauh dalam dingin raga


Senja yang dulu sering mampir

Menorehkan kata kata

Sekarang sudah pergi

Mungkin segan atau juga jengah


Puisi menjadi begitu enggan

Menyentuh aku yang sombong


Pena hampir patah, kertas telah basah

Kepala dilanda bait bait kosong


Ruang Tunggu (ICU)

Rebah sejenak..

Terpekur menatap asa

Bangku ini berdenyut


Sudah diam

Harap tinggal tenang


Napas terengah

Jarum menjelajah

Detak meregang nyawa


Ini luka ini duka

Berita basi

Operasi rai


Bagaimana?

Koma atau titik


Sepi


Seusainya keranda

Menunggu jeda


Tangsi, 270107

PULANGLAH KAMPUNG..!!!

Kampung kampung pada sepi

Terik pagi tak lagi ramah

Asal saja dia datang

Kerbau mengeluh tak punya majikan


Kota kota penuh

Hingar bingar jadikan keblinger

Gang sejengkal jadi gubuk

Tak peduli asal ini kota


Lupa petak sawah

Lupa halaman rumah

Lupa wajah desa


Air bah mengusap kota

Usia tua segera terlihat


Ia terbatuk

Pulanglah kalian..!

Pulanglah kalian..!


40707

Selendang Ibu

:Adinda Aulya


Gerimis menjemput

Sampaikan kabar

Bapakmu batal datang

Kau langsung menangis


Susu botol habis

Popok basah

Tambah keras tangismu


Ibu sibuk berselendang

Susunya tak lagi nyumber

Tapi sumur airmata masih dalam

Lalu ia menari


Kau diam

Malah senyam senyum

Mengawasi ibu


Sambil asyik

Nikmati ibu jari


10207

Selalu ada jalan menuju pulang

Berliatan jejak menuju entah Tersesat di ruang bayang bayang Bersembunyi dari terik Kemudian berlari sambil mencaci Jalanan besar dengan be...